Saat seseorang memutuskan (baik secara sadar atau tidak) untuk mengikuti kepemimpinan anda, keputusan itu terutama karena satu atau dua hal berikut:karakter anda atau kemampuan anda. Mereka ingin memastikan apakah anda adalah seseorang yang pantas mereka ikuti, atau apakah anda memiliki kemampuan untuk membawa mereka pada keberhasilan. Tentu ada banyak pertimbangan, namun kali ini kita akan memusatkan perhatian pada diskusi untuk mengetahui macam-macam karakter yang membuat orang lain mengikuti kepemimpinan anda. Seperti apa yang diungkapkan Chris Widener, Character Traits of Extraordinary Leaders, untuk menjadi seorang pemimpin yang baik harus mempunyai sifat yang berkarakter. Adapan karakter yang dimaksud Chris Widener untuk menjadi seorang pemimpin yang baik harus mempunyai :
1.Integritas.
Integritas adalah melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang anda katakan akan anda lakukan. Integritas membuat anda dapat dipercaya. Integritas membuat orang lain mengandalkan anda. Integritas adalah penepatan janji-janji anda. Satu hal yang membuat sebagian besar orang enggan mengikuti anda adalah bila mereka tak sepenuhnya merasa yakin bahwa anda akan membawa mereka menuju ke tujuan yang anda janjikan. Apakah anda dikenal sebagai seseorang yang mempunyai integritas? Bila ya, maka anda layak menjadi seorang pemimpin yang luar biasa.
2.Optimisme
Takkan ada orang yang mau mengikuti anda bila anda memandang suram masa depan. Mereka hanya mau mengikuti seseorang yang bisa melihat masa depan dan memberitahukan pada mereka bahwa di depan sana terbentang tempat yang lebih baik, dan mereka dapat mencapai tempat itu. Apakah anda melihat gelas itu separuh kosong? Bila ya, anda adalah seorang pesimis. Apakah anda melihat gelas itu separuh berisi? Bila ya, anda adalah seorang optimis. Apakah anda melihatnya sebagai segelas penuh; yaitu separuh berisi air dan separuh lagi berisi udara? Maka anda adalah seorang yang super optimis. Apakah anda dikenal sebagai seorang yang optimis? Bila ya, anda layak menjadi seorang pemimpin yang luar biasa.
3.Menyukai perubahan.
Pemimpin adalah mereka yang melihat adanya kebutuhan akan perubahan, bahkan mereka bersedia untuk memicu perubahan itu. Sedangkan pengikut lebih suka untuk tinggal di tempat mereka sendiri. Pemimpin melihat adanya kebaikan di balik perubahan dan mengkomunikasikannya dengan para pengikut mereka. Jika anda tidak berubah, anda takkan tumbuh. Apakah anda anda dikenal sebagai seseorang yang memicu perubahan? Jika ya, anda layak menjadi seorang pemimpin yang luar biasa.
4.Berani menghadapi resiko
Kapan pun kita mencoba sesuatu yang baru, kita mengambil resiko. Keberanian untuk mengambil resiko adalah bagian dari pertumbuhan yang teramat penting. Kebanyak orang menghindari resiko. Karena itu, mereka bukan pemimpin. Para pemimpin menghitung resiko dan keuntungan yang ada di balik resiko. Mereka mengkomunikasikannya pada pengikut mereka dan melangkah pada hari esok yang lebih baik. Apakah anda dikenal sebagai seorang yang berani mengambil resiko? Jika ya, anda layak menjadi seorang pemimpin yang luar biasa.
5.Ulet.
Kecenderungan dari pengikut adalah mereka menyerah saat sesuatunya menjadi sulit. Ketika mereka mencoba untuk yang ke dua atau ke tiga kalinya dan gagal, mereka lalu mencanangkan motto, "Jika anda gagal di langkah pertama, sudahlah menyerahlah dan lakukan sesuatu yang lain." Jelas saja mereka melakukan itu, karena mereka bukan pemimpin. Para pemimpin itu tahu apa yang ada di balik tembok batu, dan mereka akan selalu berusaha menggapainya. Lalu mereka mengajak orang lain untuk terus berusaha. Apakah anda dikenal sebagai seseorang yang ulet, tangguh, dan berdaya tahan tinggi? Jika ya, anda layak menjadi seorang pemimpin yang luar biasa.
6.Katalistis.
Seorang pemimpin adalah seseorang yang secara luar biasa mampu menggerakkan orang lain untuk melangkah. Mereka bisa mengajak orang lain keluar dari zone kenyamanan dan bergerak menuju tujuan mereka. Mereka mampu membangkitkan gairah, antusiasme, dan tindakan dari para pengikut. Apakah anda dikenal sebagai seseorang yang mampu menggerakkan orang lain? Jika ya, anda layak menjadi seorang pemimpin yang luar biasa.
7.Berdedikasi/komit.
Para pengikut menginginkan seseorang yang lebih mencurahkan perhatian dan komit ketimbang diri mereka sendiri. Pengikut akan mengikuti pemimpin yang senantiasa bekerja dan berdedikasi karena mereka melihat betapa pentingnya pencapaian tugas-tugas dan tujuan. Apakah anda dikenal sebagai seseorang yang komit dan senantiasa mencurahkan perhatian anda pada tujuan? Jika ya, anda layak menjadi seorang pemimpin yang luar biasa.
Search This Blog
23.7.10
21.7.10
Sendiri

Sudah jemu sendiri lari sampai letih
menatap sunyi sepi terus sili berganti
ketika langit lelah mengejar bintang yang terus menghilang
Jangan kau tanya ini terasa sahdu??
ini pilu hingga menyudut malu
paran pun menjadi pasai tak menentu
aku jd buncah tak karuan
Sabana kini menjadi sahara
kering,,tak punya gairah
hingga hati ini dahaga,
karna hati tak kunjung terjaga
13.7.10
Aku Ingin Hidup Di Mata Kakak

PANAS !! Siang itu surabaya begitu panas, matahari tampak begitu marah entah mengapa ,jika itu mata mungkin seperti mata orang yang sedang sakit mata. Asap hitam bercampur debu dari ratusan bahkan ribuan kendaraan membuat panas pengap surabaya kala itu.
Seorang pemuda kaos putih celana jeans biru dengan tas ransel di punggungnya dan bermata coklat dengan bulu mata lentik bila orang memandangnya pasti merasa teduh,nyaman, sedang duduk dengan tenang di sebuah halte. Hingar bingar suara berisik kendaraan tidak mengurangi ketenanganya. Kedua tanganya memegang koran,matanya bergerak kekanan kekiri mengisyaratkan mengamati sesuatu. Sesekali ia melirik ke kejauhan sana, ke perempatan jalan. Berharap bus jurusan ke kerumahnya datang. Ia telah bersabar selama satu jam. Tiba-tiba ia dikejutkan suara teriakan-teriakan amarah.
Copet! Copet!Tangkap copet itu!tangkap jambret kecil itu! Tangkap! Seketika ia berhenti membaca, ia memandang ke arah suara. Di kejauhan, seoarang bocah lari terbirit-birit. Ia terus berlari sekencang-kencangnya sepanjang trotoar ke arahnya. Tangan bocah itu memegang dompet panjang wanita warnah merah. Terus berlari dengan wajah tak karuan dan pucat. Sementara di belakangnya beberapa orang mengejarnya dengan wajah wajah geram. Bocah itu terus berlari dan begitu sampai di depanya ia terjatuh. Ia tidak melihat ada lubang di situ. Ia meringis kakinya terkilir,matanya berkaca-kaca. Darah mengalir dari lututnya, nafasnya ngos-ngosan. Bocah itu merintih dan mengadu. Ia tak kuat lagi untuk berlari. Ia mencoba untuk bangkit dan berdiri. Wajahnya yang liar kotor, tak karuan begitu cemas dan ketakutan. Orang-orang yang mengejarnya semakin dekat. Wajahnya pucat darahnya terasa beku.
Pemuda itu langsung tanggap apa yang terjadi. Bocah itu berjalan tertatih-tatihtepat di depanya sambil memandang ke arah orang-orang yang siap menggebukinya, menghakiminya. Ia tak karuan, takut bukan kepalang, tubuhnya gemetaran,bahkan ia sampai kencing di celana membasahi kakinya yang kurus dan penuh luka. Ia mendekap dompet merah erat-erat. Matanya kadang menatap penuh harap ke pemuda yg jika dilihatnya ia merasa teduh. Matanya berkaca-kaca tidak jarang juga meneteskan air. Para pengejar teriak dengan geramnya dan sorot mata penuh amarah. Ia mengigil ketakutan seolah ia dibayangin kematian.
Seketika pemuda itu dengan cepat berdiri dan menarik bocah itu.
“Dik, sini cepat!”
Bocah itu langsung mendekapnya erat-erat. Pemuda dengan mata teduhnya berdiri tegak menanti para pengejar datang. Bocah itu merapatkan badanya ke pemuda itu, dengan harapan pemuda itu akan melindunginya dari tangan-tangan orang-orang yang hendak menyakitinya. Para pengejar tinggal beberapa meter di depanya . Bocah itu sangt ketakutan. Ia menjatuhkan tasnya.
“Itu copetnya,ayo kita kasih pelajaran biar tau rasa dan kapok!”seru laki-laki berkumis tebal sambil berlari mendekati bocah yang ada di dekapan pemuda kurus berkaos putih.
“Tangkap dan pelintir tanganya biar kapok!”teriak seorang anak muda berjaket jeans biru.
Pemuda berkaos putih tetap diam dengan hati tenang sambil tangan kirinya memegang pundak bocah itu. Ketika para pengejar itu sudah berada di hadapanya dengan mata teduhnya, pemuda itu berkata,
“Bapak-bapak mohon sabar, mohon tidak main hakim sendiri?”
“Maling kecil itu sangat keterlaluan! Dia mencopet dompet gadis itu. Dia harus diberi pelajaran!" sahut laki-laki berkumis tebal sambil jarinya menunjuk seorang gadis berjilbab yang sedang berlari menuju ke arahnya. Pemuda itu tidak tinggal diam, ia langsung mencegah dengan suara tegas.
“Tunggu Pak! Itu dompetnya silahkan ambil! Anak ini biar saya yang mengurusnya”
“Tidak bisa!Dia sangat kurang ajar dan harus dihajar!”
Bentak seorang anak muda sambil mengayunkan tangan hendak menampar wajah bocah itu. Dengan reflek pemuda itu menarik bocah kecil mundur kebelakang sehingga tamparan itu meleset.
“Tolong saudara jangan main hakim sendiri ya” Jika saudara sampai menyakiti bocah ini saudara akan saya tuntut atas dakwaan penganiayaan!” jelas pemuda bermata teduh.
“Oooo jadi kamu majikan bangsat kecil ini !? kalau begitu kalian berdua akan kami hajar!”sahut anak muda berjaket jeans biru emosi.
“Anda jangan sembarangan tuduh! Saya hanya tidak bisa melihat penindasan atas bocah yang tidak berdaya sama sekali. Saya seorang guru SD dan juga mahasiswa. Saya bisa tuntut anda atas tuduhan sembarangan itu!” Jelas pemuda itu dengan suara tegas dan tenang. Tak ada sedikitpun rasa takut dan gentar di wajahnya. Ia sangat percaya apa yang ia lakukan.
Orang -orang itu seketika bungkam,ternyata apa yang ia tuduhkan salah.
“Jangan percaya pada omonganya !hei kalau kau benar seorang mahasiswa dan seorang guru coba mana kartumu?!”Gertak bapak berkemeja biru.
Pemuda kaos putih bermata teduh kemudian menurunkan tas ranselnya dari punggungnya lalu mengeluarkan dua kartu dari dalam tasnya dan menyerahkan pada bapak berkemeja biru sambil berkata,
“ini kalau anda tidak percaya!”
Bapak berkemeja biru itu menerima kedua kartu itu dan membacanya dengan seksama. Melihat tanda tangan rektor dan stempel keaslianya. Ia tidak berkomentar apa-apa. Ia lalu membaca kartu yang satunya ternya kartu tanda pengenal untuk guru.Asli dan masih berlaku.
“Ini Mas kartunya “ Ujar bapak berkemeja biru sambil menyerahkan kembali kedua kartu yang baru ditelitinya itu pada pemiliknya.
“Benar dia seoarang guru?”Tanya laki-laki berkumis tebal kurang percaya.
“Benar Pak, dia seorang guru SD” Jawab bapak berkemeja biru.
“Begini Mas. Sebaiknya Mas tidak usah ikut campur. Ini urusan kami dengan copet kecil ini, biarkan kami memberi pelajaran agar dia kapok!”Geram Bapak berkemeja biru. Pemuda kaos putih bermata teduh menjawab dengan tenang,
“Saya mengerti kegeraman Anda-anda semua. Saya juga pernah kecopetan. Namun sekali lagi saya ingatkan main hakim sendiri bukan cara penyelesaian yang baik. Apalagi ini sama anak kecil yang sudah tidak berdaya. Apa anda sekalian tidak kasihan padanya? Tolong lihatlah mukanya sangat pucat dan ketakutan bahkan sampai kencing di celana. Tubuhnya kurus kering kita tidak tahu entah berapa hari ia tidak makan.Kakinya berdarah penuh luka,ia meringis kesakitan.Dia seharusnya berada dirumah dalam kasih sayang orang tuanya. Apakah bapak tidak pernah punya anak kecil,dan saya rasa bapak juga pernah menjadi anak kecil. Kita tidak tahu kehidupanya latar belakangnya kenapa ia bisa menjadi anak jalanan seperti ini. Apakah ia masih punya orang tua? Ataukah ia sejak kecil di buang di dunia yang kejam ini? Kita tidak tahu apakah ia sudah belajar mengenai etika atau belum? Kita juga tidak tahu sapa yang mengajarinya mencopet? bahkan bocah itu mungkin tidak tahu kalau mencopet itu dosa atau tidak!? Coba anda semua bayangkan bila bocah itu anak kita,cucu kita, adik kita, atau keponakan kita apakah kita juga masih tetep tega melihatnya dalam keadaan seburuk ini. Lihatlah dia msh kecil,mungkin umurnya baru lima,enam atau tujuh tahun. Dia belum mengerti apa-apa. Memberi pelajaran dengan cara kekerasan hanya akan menjadikan dia semakin liar dan tidak akan memberi tahu mana hal yang benar dan mana hal salah, malah bisa membuatnya buram tentang kebenaran. Ia akan memusuhi orang di luar dirinya,merasa pesimis terhadap orang lain. Kalau bapak masih juga ingin menganiaya bocah itu silahkan, jika saya berkelahi dengan anda semua saya tidak akan bisa menang. Tapi orang-orang disekitar ini menjadi saksi bahwa anda semua orang yang tidak punya hati nurani dan tidak berperikemanusiaan. Dan saya tidak akan tinggal diam saya akan bawa masalah ini ke meja pengadilan"
Bapak berkumis masih juga geram, seolah tidak mendengar sesuatu yang telah diuraikan pemuda berkaos putih tadi. Ia malah mengumpat dengan keras sambil mata melotot,
“kamu ini sapa hah,!sok jadi pahlawan!kamu jangan coba-coba melindungi brengsek kecil ini ya, kamu minta di hajar juga apa!”
Setelah lama hanya mendegar dan memegangi dompetnya yang sudah diperiksanya dan tidak ada yang hilang satupun akhirnya gadis berjilbab yang lebih berpendidikan angkat bicara,
“Sebelumnya saya ucapankan banyak terimakasih anda-anda semua sudah menolong saya,tapi sudahlah pak, apa yang dikatakan Mas ini ada benarnya juga. Biarlah copet kecil ini biar Mas ini yang mengurus apalagi Mas ini seorang guru SD tentunya lebih tau cara menangani anak-anak”
Gadis berjilbab itu lantas meminta orang-orang bubar. Bapak berkumis dan laki-laki berkemeja biru akhirnya menurut juga setelah gadis berjilbab menjelaskanya tentang kemanusiaan. Kemudian gantian anak muda berjaket jeans pun ikut bubar di ikuti orang-orang yang tadinya melihat satu persatu meninggalkan bocah dan pemuda itu. Sebelum pergi gadis berjilbab itu mendekati pemuda berkaos putih yang punya mata teduh seraya berkata,
“Maafkan kekasaran kami tadi. Kenalkan nama saya Aanisah!”
Gadis berjilbab menangkupkan kedua tanganya di depan dada. Ia penasaran ingin tau siapa nama pemuda yang baik budi pekertinya itu. Pemuda bermata teduh membalasnya dengan menangkupkan kedua tanganya di atas dada juga sambil berkata. “Senang berjumpa anda .maaf atas apa yang telah diperbuat oleh bocah ini dan terimakasih atas bantuan anda memberikan penjelasan pada mereka. Nama saya Aqil"
Gadis berjilbab itu tersenyum sambil memandang wajah pemuda itu, subhanallah matanya begitu teduh, bulu matanya lentik indah,dia juga baik budinya sepertinya namanya, gumamnya dalam hati setelah bertatapan mata dengan pemuda itu. Gadis berjilbab kemudian mengucapkan terimakasih dan lalu pergi.
Pemuda kaos putih bermata teduh lalu jongkok memeluk bocah tadi yang pucat pasi karna ketakutan. Ia memeluk bocah itu dengan kasih sayang sambil mengelus-elus rambutnya kumal yang kemerahan. Ia tidak peduli tubuh dan pakaian bocah itu baunya menyengat. Rasa sayangnya mengatasi segalanya. Ia tidak merasakan perbedaan bocah itu dengan anak-anak yang di ajarnya di tempatnya mengajar semua di rasakan penuh kasih sayang.
Pemuda bermata teduh melepaskan pelukkanya. Ia memandang wajah pucat di hadapannya dalam-dalam, wajahnya oval, matanya bulat, hidungnya imut, alisnya tipis,bibirnya tipis, kulitnya sawo matang dan kering, mungkin karena terlalu sering terkena matahari. Sebenarnya bocah ini sangat manis. Mungkin karna kusut, dekil jadi bocah ini tampak liar. “Nama adik sapa?” tanyanya sambil tersenyum. Bocah itu masih diam seribu bahasa. Keningnya berkerut. Raut mukanya menyiratkan keraguan. Matanya menatap tajam sosok bermata teduh yang baru saja menolongnya. Seketika ia merasa nyaman teduh. Pemuda kaos putih bermata teduh bisa menyelami apa yang ada dalam bocah kecil itu. Dunia yang dialaminya selama ini adalah dunia yang penuh ketidakpercayaan dan kecurigaan. Dunia anak-anak jalanan yang jauh dari ketenangan dan keamanan.
“Adik tidak percaya sama kakak? Apakah wajah kakak seperti orang jahat yang akan menyakitimu.?”Tanya pemuda kaos putih bermata teduh. Ia mengambil sapu tangan dari saku belakang celananya dan mengusap darah yang masih mengucur di lutut bocah itu.
“Kenapa kakak tolong aku”bocah itu membuka suara
“Karena kakak sayang sama adik dan tidak tega kalau sampai adik dipukuli” jawab pemuda itu sambil mengusap darah yang masih menetes di lutut bocah itu.
“Orang-orang semua benci padaku.kenapa kakak sayang padaku?”
“karena adik anak baik,anak yang manis dan pantas disayangi”
“Kenapa aku pantas disayangi padahal orang-orang sering membentakku. Katanya aku ini setan kecil tidak pantas disayangi!”
“Orang-orang yang membentakmu itu keliru. Mereka semua salah. Kamu anak yang baik dan pantas untuk disayangi.”
“Benarkah kakak menyayangiku?”
“benar. Kalau tidak tentu kakak tidak akan menolongmu. Dan membiarkanmu dipukuli orang-orang itu”
“Meskipun aku seorang pencopet?”
“Ya meskipun kata orang-orang kau pencopet”
“Meskipun aku setan kecil yang nakal?”
“Ya meskipun kata orang kau setan kecil yang nakal dan pencopet. Tapi bagi kakak kau bukan seperti itu!”
“Lantas apa aku ini menurut kakak?”
“kau adalah adikku yang baik”
“Kakak sungguh baik .aku belum pernah menemukan orang sebaik kakak. Kakaku saja tidak sebaik kakak”
“Adik nanti bisa menjadi orang yang lebih baik dari pada kakak insyallah. Oh ya adik masih punya kakak? Dimana sekarang?”
“Nggak tahu dia sekarang ada dimana, hidup atau mati juga tidak tahu! Kakaku pergi sudah 1 tahun belum kembali dia tidak tahan karna harus mengurusiku, kakaku juga yang mengajariku cara mencopet!”
“Kalau bapak dan ibunya adik ?”
“katanya kakakku bapak dan ibu sudah meninggal ketika aku umur 4 tahun”
“Adik yang kuat ya dan Insyallah kakaknya adik nanti juga pulang. O ya namanya adik sapa?”
“Faa’iq”
“Namanya yang bagus. Insyaallah kakak yakin kelak adik jadi anak yang istimewa seperti namanya adik”
Mata bocah kecil itu berbinar-binar.
“Kak?”
“Ya ada apa Faa’iq?”
“Pandanglah aku?”
Pemuda kaos putih bermata teduh memandang faa’iq lekat-lekat. Faa’iq tersenyum dan berkata,
“Kakak sangat tampan. Mata kakak teduh,indah dan nyaman. Aku ingin hidup di mata kakak aku pasti merasa teduh dan nyaman!” Andai Aku bisa hidup di mata kakak aku pasti jadi indah,teduh dan nyaman."
5.7.10
Negara Yang Semakin Membabi Buta
Kita tentu masih ingat kapal mavi marmara yang bermisi suci memberikan bantuan kemanusiaan internasional ke Gaza Palestina, di serang oleh kapal Israel, banyak yang luka adapula yang meniggal betapa tidak berperikemanusiaanya Israel. Ada salah satu relawan yg jg menjadi korban kekejaman Israel bersedia bercerita tentang kejadian di perairan Internasional itu. Namanya Dr Arif rahman salah satu relawan yang berbendera Mer-C. Inilah cerita beliau ketika diwawancarai salah satu media informasi indonesia "selepas salat subuh, suasana karut marut di kapal Mavi Marmara itu pecah. Militer Israel dengan kasar memukul mundur para relawan yang tengah berusaha menyelamatkan diri. Kapal bermisi suci memberikan bantuan kemanusiaan internasional ke Gaza, Palestina, itu pun bersimbah darah.
Korban terus berjatuhan. Salah satu relawan menjadi korban terkena luka tembak senapan militer Israel, tepat di tengah pelipisnya. Temannya yang memangku dan memegang kepala korban berbisik, "Dokter, saya memegang otak dia. Saya merasakan itu," bisik teman relawan itu kepada dr Arif Rahman, sambil melihatkan darah mengalir deras di tangannya.
Tapi takdir berkata lain. Nyawa relawan itu tidak tertolong. Kapal Mavi Marmara menjadi tempat menghembuskan nafas terakhir korban. Teman korban pun menangis meraung histeris tak henti-hentinya.
Sebenarnya sejak sehari sebelum tragedi itu terjadi, para relawan sudah mengindikasikan hal terburuk. Saat matahari masih bersinar, konvoi kapal bantuan masih terlihat jelas. Namun terlihat titik-titik hijau berupa lampu, ketika malam datang di tengah heningnya perairan internasional. Kapten kapal pun telah mendeteksi adanya radar kapal yang bukan dari bagian rombangan.
Sayangnya, bantuan yang diangkut oleh kapal raksasa tersebut sampai saat ini entah berada di mana. "Saya menilainya bukan sebagai kegagalan. Tapi sesuatu hal yang tertunda," tegasnya, sambil menambahkan tim Mer-C akan kembali bertolak ke Gaza.
1.7.10
Sayup-Sayup Menyapaku

Satu suara yang masih sayup-sayup menyapaku,
Apa kau mendegarnya?
Hmm,,,jelas saja kau tak dengar
Bukan karna ini dalam hati
Tapi karna memang kau tak peduli
Itu adalah rasa..
Rasa yang tak ucap dalam kata
Untukmu yang bermakna
Pesonamu yang tak bisa ku lupa
Dan kini
Aku merugi
Merugi karna kau sudah termiliki
Lalu terhadap suara sayup-sayup itu aku berkata ;
Jangan biarkan asa pergi di kejauhan
Jangan biarkan aku melenyapkan di kegelapan
Apa yang dicipta dengan begitu mengagumkan
30.6.10
Tidak akan Ada Negara Palestina

YERUSALEM - Menteri Luar Negeri Isreal Avigdor Lieberman yang dikenal sebagai tokoh Yahudi garis keras menyatakan negara Palestina tidak akan terbentuk pada tahun 2012 mendatang.
Ini menjadi sebuah pesan buruk ditengah kunjungan utusan khusus Amerika Serikat untuk Timur Tengah.
Komentar Menlu Lieberman tersebut langsung mengundang kecaman dari pihak Palestina. Hal ini juga dapat membuat Israel makin terkucilkan di lingkungan komunitas internasional.
"Saya optimis tidak akan peluang untuk negara Palestina dapat terbentuk pada tahun 2012," ungkap Menlu Lieberman seperti dikutip Associated Press, Rabu (30/6/2010).
"Semua pihak dapat menyatakan pendapat, dapat pula bermimpi tetapi realitasnya, kami (Israel-Palestina) masih terlalu jauh dalam meraih kesepakatan untuk membentuk negara Palestina merdeka di tahun 2012," imbuh Lieberman, saat melakukan konferensi pers bersama dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov.
Tahun 2012 sendiri merupakan target pencapaian perdamaian antara Palestina dan Israel. Pada tahun itu pula negara Palestina dipersiapkan untuk merdeka.
Saya jadi heran ketika baca berita ini,betul apa yang diungkapkan perdana menteri Iran, semestinya Israel di hapus dari peta Dunia!
29.6.10
Selalu Kurindu Ayah dan Ibuku
Ayah dan Ibu, dua sosok yang menjadi wasilah aku hadir di dunia ini. Melalui ekspresi cinta berpahala dalam ikatan halal yang di ridhai, Allah mengaruniakan aku kepada mereka. Sebagai tawa di saat susah,senyum di waktu sedih,harapan di saat kecewa ,ramai di saat sepi, cair di tengah kekakuan,dan canda di tengah ketegangan.Tapi juga aku adalah tangis di suatau kala, yang sebenarnya tak pernah aku inginkan.Yang selalu kurindu cubitan kecilnya,timang sayang,suapan hangat,usapan lembut,tepukan di pantat, dan pandangan bahagianya melihat kelucuanku. Luar biasa,semuanya adalah tiupan lembut nafas cinta. Tiupan yg mengantarkan aku ke gerbang kedewasaan. Ia adalah nafas lembut yang memekarkan kuncup menjadi bunga, ia adalah matahari yang selalu menerangi bumi setelah datang gelap.
Siapa engkau yg mengaku-ngaku aku bisa menganti semua jasanya?bukan itu.tidak pernah akan!Ada harga lain yang mungkin akan tetap tak cukup. Tapi ia adalah nilai yang melampaui harga.yang hanya bisa di ganti dengan cinta. Cinta yang hadir dalam wajahku setiap bertemu mereka, cinta yang hadir di tanganku yang lembut memapah mereka,cinta yang hadir dalam tiap huruf di lisan,tiap nafas di paru,tiap gerak di otot, dan tiap getar di hati.
Tidak Ada Yang Abadi
Sudah menjadi keyakinan dalam kehidupan kita bahwa segala yang ada permulaannya tentu ada penghabisanya setiap yang punya awal mesti akan punya akhir tidak ada keabadian dalam kehidupan dunia ini semua datang silih berganti berubah oleh pergeseran masa dan pertukaran waktu.Demikian lah kalau kita merenungi kehidupan dari alam di sekitar kita,sejak dari kehidupan tumbuh-tumbuhan,binatang sampai ke kehidupan kita mahkluk bernama manusia,lihatlah kita manusia misalnya dimulai sejak kita terlahir di alam ini mulai dari rahim seorang ibu menjadi bayi yg merah tidak berdaya kemudian berangsur meningkat menjadi anak-anak dari anak-anak berubah lg menjadi dewasa dengan segala kecerian dan kelincahanya dan dari masa remaja naik lagi ke usia dewasa untuk kemudian berangsur memasuki hari tua,lalu setelah memasuki hari tua,sehari,seminggu,sebulan,setahun sampailah kita kepada batas waktu yang telah ditentukan,yang dinamakan ajal!dan bertemulah kita dengan yg disebut maut.ini merupakan kepastian dalam kehidupan.
Kalau saja mau merenung,perubahan-perubahan yg terjadi seharusnya membuat kita sadar!dikala remaja kita begitu begitu lincah punya rambut yg hitam ikal berderai,punya lesung di pipi,punya senyum yg indah menawan setiap org yg melihat,punya kulit yg kencang dan bersih,manakala kita memasuki hari tua perubahan frontal pun terjadi,kulit mulai jadi keriput,rambut yg tadinya hitam ikal berderai mulai memutih,nikmat berkurang,gigi yg tadinya utuh sanggup mengunyah apa saja,satu demi satu permisi meninggalkan kita,sangat boleh jd dikala remaja kita senyum semua orang terpikat,dikala hari tua dengan kulit keriput dengan gigi yang tidak ada lagi manakala kita senyum mungkin orang bakal lari dari sekitar kita,kemana keindahan yg tadinya begitu menawan,kemana senyum lesung pipit yg tadinya yg menarik perhatian orang ,pergi meninggalkan kita berubah oleh pergeseran masa dan pertukaran waktu.
Keajaiban
Maka gemuruhlah Makkah dan Madinah oleh lantunan takbir dan talbiyah, ketika sunyi membungkam Roma dan Konstatinopel dalam kelakuan dogma.
Maka hangatlah diskusi-diskusi di Basrah dan Kufah, saat Genoa dan Venezia di hantui inkuisisi.
Maka bersinarlah perpistakaan Kairo, ketika para dukun komat-kamit di kegelapan Lissabon.
Maka gemerlaplah Bagdad oleh lantunan ayat di semarak malam, ketika Paris gulita sejak senja dalam takhayul dan mitos.
Maka gemerciklah air mancur Damaskus dalam kesucian thaharah ketika para ‘bangsawan’ di London mengaggap mandi sebagai aktivitas berbahaya.
Maka berdengunglah ayat-ayat Allah menjelang buka puasa dengan sajian kurma, yoghurt, serta buah segar di balkon-balkon pualam Cordoba dan Granada, saat Kathedral di Wina dan Biara di Bern menutup makan malam dengan pudding darah babi.
Maka hangatlah diskusi-diskusi di Basrah dan Kufah, saat Genoa dan Venezia di hantui inkuisisi.
Maka bersinarlah perpistakaan Kairo, ketika para dukun komat-kamit di kegelapan Lissabon.
Maka gemerlaplah Bagdad oleh lantunan ayat di semarak malam, ketika Paris gulita sejak senja dalam takhayul dan mitos.
Maka gemerciklah air mancur Damaskus dalam kesucian thaharah ketika para ‘bangsawan’ di London mengaggap mandi sebagai aktivitas berbahaya.
Maka berdengunglah ayat-ayat Allah menjelang buka puasa dengan sajian kurma, yoghurt, serta buah segar di balkon-balkon pualam Cordoba dan Granada, saat Kathedral di Wina dan Biara di Bern menutup makan malam dengan pudding darah babi.
Kritik
Bersikap subyektif dan menulis kritik agaknya tidak sejalan. Apa gerangan artinya tukar pendapat, terlebih pendapat yang di bungkus dengan bahasa yang menyiratkan bahwa pendapat tersebut lebih daripada pendapat, malah mendekati kebenaran? Yang mungkin sebagai jawaban adalah pengkritik, yang memandang diri sendiri, percaya bahwa pendapatnya yang subyektif..atau ia bisa saja seorang yang gemar mengolok-olok dan melancarkan kritik baginya hanya sebagai pekerjaan yang sudah untung ia punya.
Subscribe to:
Posts (Atom)